Jumat, 25 Mei 2018

Distributor Propolis Terbaik

British Propolis

3 Bahaya yang Mengancam Di Balik Diabetes

3 Bahaya yang Mengancam Di Balik Diabetes


Waspadai bahayanya komplikasi penyakit diabetes. (Pixabay)
Diabetes adalah gangguan atau penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah akibat defisiensi hormon insulin. Insulin merupakan hormon yang berfungsi memasukkan gula dalam darah ke dalam sel tubuh untuk dipakai sebagai sumber energi. Oleh karena itu, jika insulin tidak ada atau tidak bekerja dengan baik, kadar gula dalam darah akan tinggi. Jadi, mereka yang menderita diabetes itu jumlah hormon insulinnya kurang atau hormonnya ada tetapi tidak dapat bekerja dengan efektif (kondisi yang disebut resistansi insulin).
Penyakit diabetes melitus yang tidak dikontrol dengan baik berisiko menimbulkan penyakit lain yang tak kalah berbahaya. Berikut tiga jenis bahaya diabetes yang harus diwaspadai:
1. Penyakit jantung
Penderita diebetes tipe 2 berpotensi mengalami gagal jantung dibandingkan orang yang tak diabetes. Bahkan, diabetesi yang pernah mengalami serangan jantung, juga berisiko menderita gagal jantung kedua kalinya. Serangan jantung pada diabetesi lebih berisiko kematian dibandingkan yang bukan diabetesi. Kadar gula darah yang tinggi berisiko menimbulkan pembentukan plak atau sumbatan di dalam pembuluh darah. Jika penyumbatan terjadi di pembuluh darah koroner, maka otot jantung akan kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga kerja jantung untuk memompa darah menjadi terhambat. Jika penyumbatan terjadi di pembuluh darah di otak, dapat terjadi stroke.
Obat-obatan pengencer darah akan diberikan kepada diabetesi yang mengalami penyakit jantung. Bila penyumbatan dan pengerasan pembuluh darah terjadi lebih parah, tentu perlu dilakukan tindakan lain, semisal, kateterisasi atau tindakan pemasangan stent (ring) di
pembuluh darah koroner. Bagaimana pencegahannya? Secara prinsip, agar diabetesi tak mengalami komplikasi berat, maka kadar gula darah harus terkontrol. Kuncinya dengan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan seimbang, melakukan aktivitas fisik, tidak merokok. Ikuti diet yang disarankan dokter dan rutin berkonsultasi.
2. Kerusakan sistem saraf
Komplikasi lain dari kadar gula darah yang tidak terkontrol dengan baik dan tetap pada kondisi tinggi dalam waktu lama adalah munculnya kerusakan serabut atau serat-serat saraf tepi. Kerusakan ini dapat terjadi pada tungkai, kaki, sistem pencernaan, saluran kemih, pembuluh darah, bahkan jantung, bergantung pada tingkat kerusakan saraf yang terjadi.
3. Luka yang sulit sembuh dan infeksi
Komplikasi ketiga adalah ulkus diabetikum, yaitu adanya luka yang lama, tidak sembuh- sembuh, permukaan luka cukup dalam, bengkak, dengan bau busuk yang khas. Ulkus diabetikum merupakan penyebab seringnya dilakukan amputasi pada diabetesi. Penyumbatan pembuluh darah dan kerusakan saraf akibat kadar gula darah yang tinggi dan tak terkontrol menyebabkan aliran darah menuju ujung kaki tidak lancar. Luka menjadi sukar sembuh, oksigen dan sel darah putih sulit mencapai jaringan, imunitas tubuh menurun, dan terjadi penurunan fungsi sel darah putih dalam melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, terjadi infeksi pada luka yang sukar sembuh itu dan selanjutnya dapat berakibat terjadinya pembusukan.
Agar terhindar dari komplikasi ketiga ini, penderita diabetes wajib menjaga kondisi kaki. Borok pada kaki merupakan komplikasi yang umum dialami oleh diabetesi tipe 2. Karena itu, jagalah kondisi kaki dan waspadai luka yang tak kunjung sembuh. Selain itu, menerapkan pola makan sehat, seperti meningkatkan konsumsi makanan kaya serat dan menghindari makanan berlemak atau berkadar gula tinggi, melakukan olahraga teratur, menurunkan berat badan bagi yang mengalami kegemukan, dan berhenti merokok mengingat merokok dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Sumber: dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD, Siloam Hospitals TB Simatupang, Jakarta; Majalah Silver
British Propolis

Rabu, 23 Mei 2018

British Propolis

British Propolis


Bahaya Kolesterol Tinggi Tidak Boleh Diremehkan


Bahaya kolesterol tinggi ditimbulkan oleh kebiasaan menjalani pola hidup tidak sehat,seperti doyan mengonsumsi makanan-makanan berlemak dan malas berolahraga.Tingkat kolesterol yang berlebihan di dalam darah akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Tubuh kita memerlukan kolesterol agar organ-organ berfungsi dengan baik. Kolesterol merupakan zat lunak menyerupai lemak yang biasa berada di seluruh bagian tubuh. Namun, jumlah kolesterol yang berlebihan di dalam darah bisa membahayakan karena akan menumpuk pada dinding-dinding arteri. Penumpukan ini berakibat kepada penyempitan dan terhambatnya aliran darah di pembuluh nadi.
dangers of cholesterol_compress
Kolesterol akan berikatan dengan protein ketikan dibawa oleh darah. Kombinasi ini disebut dengan lipoprotein yang terdiri dari dua jenis utama.
High-density lipoprotein (HDL): HDL dikenal sebagai kolesterol baik yang biasa dibawa oleh darah ke organ hati untuk diurai dan dibuang keluar dari tubuh.
Jumlah HDL yang makin tinggi tidak berbahaya bagi kesehatan. Tingkat HDL 60 mg/dL atau di atasnya tergolong sangat baik, sedangkan di bawah 40 mg/dL dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Low-density lipoprotein (LDL): LDL disebut juga kolesterol jahat karena jika keberadaannya terlalu banyak, maka akan membentuk dinding-dinding yang menyumbat pembuluh nadi sehingga peredaran darah menjadi terganggu. Tingkat LDL yang makin tinggi akan memperburuk kondisi kesehatan. Tingkat LDL yang masih ditoleransi adalah di bawah 100 mg/dL. LDL pada ambang 100-129 tergolong mencukupi, meski harus diwaspadai karena dinilai berada di atas ambang normal. Sedangkan kadar diatas 160 dianggap tinggi.
Maka dari itu, Anda disarankan untuk selalu menjaga tingkat kolesterol normal sebagai upaya pencegahan sejumlah penyakit kardiovaskular.

Ketahui Bahaya Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia) atau kolesterol buruk dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, seperti genetik dan memiliki berat badan berlebihan (obesitas), Selain itu, aktivitas fisik yang kurang aktif dan doyan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh serta tinggi kolesterol akan mendekatkan seseorang kepada bahaya kolesterol.
Organ hati bertugas menghasilkan kolesterol yang dibutuhkan bagi tubuh. Walau demikian, tidak sedikit orang yang berkolesterol tinggi karena mengonsumsi jenis-jenis makanan yang identik dengan kolesterol jahat.
Kolesterol tinggi di dalam tubuh menyimpan sejumlah bahaya, di antaranya:
  • Memicu aterosklerosis
Aterosklerosis adalah kondisi mengeras dan menyempitnya pembuluh nadi. Penyakit ini disebabkan oleh kolesterol jahat yang umumnya menyerang usia muda.
  • Meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung
Penyempitan pembuluh nadi dapat mempersulit aliran darah memasuki jantung yang berakibat pada timbulnya serangan jantung. Contoh lain adalah ketika pembuluh darah otak tersumbat, maka bisa mengakibatkan stroke, darah tinggi, dan serangan jantung.
  • Mengganggu sistem pencernaan
Tingginya tingkat kolesterol menciptakan ketidakseimbangan di empedu yang mengakibatkan penyakit batu empedu. Sebanyak 80 persen kasus batu empedu disebabkan oleh endapan kolesterol.
Selain itu, bahaya kolesterol dapat mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya:
  • Sakit rahang akibat kurang asupan oksigen
  • Mati rasa di kaki
  • Tinja berdarah
British Propolis

Distributor Propolis Terbaik

British Propolis 3 Bahaya yang Mengancam Di Balik Diabetes Waspadai bahayanya komplikasi penyakit diabetes. (Pixabay) Diabetes ada...